PT Merdeka Copper Gold Tbk (Merdeka) adalah perusahaan induk dengan anak perusahaan yang bergerak dalam kegiatan usaha pertambangan, meliputi eksplorasi dan produksi emas, perak, tembaga, serta mineral terkait lainnya serta layanan pertambangan.

Merdeka saat ini terdiri dari lima aset utama, yaitu:

  1. Tujuh Bukit Copper
  2. Pani Joint Venture
  3. Wetar/Morowali Acid Iron Metal
  4. Tujuh Bukit Gold
  5. Wetar Copper

Deposit emas dan tembaga Tujuh Bukit adalah salah satu sumber daya mineral porfiri peringkat tertinggi di dunia, mengandung sekitar 28,3 juta ounce (oz) emas dan 8,7 juta ton tembaga. Sedangkan Tambang Tujuh Bukit yang beroperasi memiliki deposit oksida emas dan perak di dekat permukaan yang hingga 31 Desember 2020 mengandung mineral tersisa 1,9 juta oz emas dan 77,8 juta oz perak dan cadangan bijih terkait lainnya. Tambahan pula, Tambang tembaga wetar yang beroperasi mengandung mineral tersisa 163 ribu ton tembaga.

Pada bulan Juni 2019, Merdeka menyelesaikan akuisisi Proyek Wetar sebanyak 78% kepemilikan saham melalui BTR. Lebih penting lagi, Proyek Wetar kini membidik Proyek Acid Iron Metal Wetar/Morowali yang menjanjikan, bekerja sama dengan perusahaan setempat sebagai pengguna utama produk tersebut. Mayoritas pendapatan Proyek AIM berasal dari penjualan asam, pelet bijih besi, dan tembaga spons. Dengan biaya modal US $ 290 juta, Proyek AIM memberikan NPV yang menarik sebesar US $ 407 juta dengan IRR 26%.

Proyek AIM akan mulai dibangun pada Q2 2021 dan ditargetkan untuk menghasilkan asam pertama pada Q4 2022. BGRIMM dimulai dengan rekayasa detail dan desain pada April 2021. Pabrik pemrosesan AIM akan berlokasi berdekatan dengan pengambil asam dan uap masa depan. Tata letak telah dioptimalkan untuk memastikan penghematan modal dan operasional selama masa proyek.

Pengembangan Proyek Emas Pani membuka peluang untuk menambang emas dengan sumberdaya yang terukur, tertunjuk dan tereka hingga 2.370.000 ounces emas. MDKA telah menandatangani kesepakatan kerjasama (Pani Joint Venture) dengan perusahaan pertambangan lain yang sedang melakukan eksplorasi di lokasi yang bersebelahan dengan MDKA, untuk bersama-sama mencari emas dengan tujuan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Sebagai perusahaan pertambangan Indonesia kelas dunia, Merdeka dimiliki oleh pemegang saham terkemuka termasuk PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., PT Provident Capital Indonesia, dan Bapak Garibaldi Thohir. Ketiga pemegang saham utama Merdeka itu memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam kesuksesan mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengoperasikan beberapa perusahaan publik di Indonesia.