Karyawan

Desynta Eka Fitriani di depan alat berat yang dioperasikannya, ADT CAT 745.

Setiap karyawan di Merdeka memiliki kesempatan yang sama dalam proses rekrutmen, pengembangan kompetensi, evaluasi kinerja, remunerasi dan pengembangan karier tanpa memandang jenis kelamin, suku, agama, ras, atau status sosial.

Merdeka sangat percaya bahwa manusia adalah aset kami yang paling berharga dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia kami untuk menciptakan perusahaan pertambangan kelas dunia.

Sejalan dengan pertumbuhan operasi pertambangan Merdeka, pada akhir 2020, total karyawan kami berjumlah 2.737 orang, naik sekitar 3% dari 2019. Sekitar 70% karyawan merupakan penduduk dari kabupaten dan provinsi di mana kami beroperasi. Turnover karyawan pada 2020 sebesar 4,57%, turun dari 7,40% pada 2019, seiring upaya Merdeka untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, kompetitif.

Sekalipun tidak terjadi diskriminasi berdasarkan gender dalam rekrutmen karyawan, jumlah karyawan perempuan di Merdeka masih rendah (7 persen dibandingkan 93 persen karyawan laki-laki pada akhir 2020), sebagaimana kondisi umum di sektor pertambangan Indonesia. Hingga akhir 2020, representasi perempuan dalam organisasi Merdeka pada tingkat non-staf sebanyak 48 persen, diikuti oleh pekerja pendukung 29 persen. Merdeka terus berupaya memberikan kesempatan bagi perempuan di perusahaan. Salah satu inisiatif adalah program yang khusus menargetkan penerimaan karyawan perempuan, seperti yang dilakukan anak perusahaan Merdeka, PT Bumi Suksesindo dan PT Batutua Kharisma Permai melalui program Green Operator. Sejak 2020, program ini berhasil melatih dan merekrut perempuan sebagai operator alat berat. Selain itu, sejak Mei 2021, untuk pertama kalinya Merdeka memiliki representasi perempuan dalam level direksi.

Pada tahun-tahun mendatang, Merdeka akan melakukan survei rutin persepsi karyawan untuk mendapatkan masukan tentang sistem, sarana, dan prasarana kerja untuk perbaikan lebih lanjut.