Cadangan porfiri Tujuh Bukit merupakan temuan terbesar dan paling mengesankan di Indonesia maupun di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Sumber daya bijih yang tereka mencapai 1,9 miliar, dengan kadar tembaga rata-rata 0,45% serta 0,45 gram emas per ton, mengandung 8,7 juta ton tembaga dan 28 juta ons emas.

Pada awal 2018, pekerjaan atas studi kelayakan untuk pengembangan penurunan eksplorasi bawah tanah dimulai dan berlanjut secara positif, mengarah pada pengembangan tambang porfiri emas dan tembaga bawah tanah berusia panjang dengan biaya operasi rendah. Pekerjaan persiapan studi kelayakan ditargetkan selesai pada 2021. Penyelesaian studi kelayakan ditargetkan selesai dengan biaya tambahan tidak terlalu besar. Sebagian besar pengeluaran dihabiskan untuk eksplorasi dan pengeboran. Pembangunan terowongan eksplorasi telah selesai pada bulan Juni 2020 dan pengeboran ditargetkan akan selesai pada tahun 2021.

Deposit