Corporate Governance


Manajemen Risiko

Risiko Keuangan

Risiko Perubahan Harga Logam Mulia
Risiko Harga Logam Mulia dapat diukur dari perubahan harga Emas, Perak dan harga mineral lainnya terkait dengan pendapatan tahunan. Perusahaan telah menandatangani program Lindung Nilai Tukar Komoditas dengan para pemberi pinjaman untuk memberikan jaminan pendapatan bersih yang dapat menutupi struktur pembiayaan yang telah direncanakan sebelumnya, serta jasa hutang dan pelunasannya. Perusahaan telah melakukan transaksi Lindung Nilai Harga Logam Mulia berdasarkan eksposur logam yang diproduksi untuk tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Risiko mendasar dapat diminimalkan dengan menempatkan transaksi lindung nilai (sedekat mungkin) ke jadwal pemurnian.

Risiko Nilai Tukar
Mata uang utama Perusahaan memiliki eksposur minimal dengan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap USD. Perusahaan memiliki pendapatan dari transaksi jual Logam Mulia dalam mata uang USD. Pendapatan tersebut adalah bersih dikurangi dengan biaya atau beban perusahaan dalam mata uang USD (nilai tukar terlindungi secara alami). Perusahaan memiliki risiko nilai tukar ke pergerakan nilai tukar IDR / USD untuk biaya atau beban dalam mata uang Rupiah. Untuk melindungi risiko terhadap seperti volatilitas jangka pendek pada nilai tukar IDR / USD, perusahaan tidak disarankan untuk mengambil transaksi lindung nilai valuta asing dalam jangka panjang dan perusahaan hanya akan melakukan transaksi lindung nilai valuta asing dengan transaksi mendasar yang telah direncanakan

Risiko Suku Bunga
Perusahaan dan anak perusahaan dapat terkena dampak dari perubahan suku bunga dikarenakan adanya pinjaman yang terikat dengan suku bunga dasar yang berlaku yaitu tingkat LIBOR (Tingkat Bunga Pinjaman Antar Bank London). Perubahan tingkat suku bunga dapat dihindari melalui pinjaman dengan suku bunga tetap atau melalui transaksi lindung nilai yang dapat mengurangi risiko terhadap pergerakan suku bunga yang tidak diinginkan.

Risiko Operasional

Risiko Cuaca
Risiko yang terkait dengan curah hujan yang tinggi dapat memberikan dampak perlambatan atau penghentian dalam proses konstruksi atau kegiatan pertambangan, kerusakan peralatan, dan tertutupnya akses jalan utama. Untuk meminimalkan risiko ini, produksi akan dijadwalkan berdasarkan prakiraan cuaca, permintaan barang dan tingkat persediaan untuk memastikan target biaya terpenuhi, terlepas dari tingkat hujan yang luar biasa. Selain itu, Perusahaan juga melakukan investasi dalam pembangunan bendungan, perbaikan jalan, dan perbaikan kondisi tanah untuk mencegah hujan dari membawa dampak terlalu buruk pada proses produksi.

Risiko Keselamatan Kerja
Operasi pertambangan selalu terkait erat dengan potensi insiden yang dapat terjadi terhadap orang-orang dan properti perusahaan. Perusahaan menerapkan sistem dampak lingkungan dan sosial, kesehatan kerja dan sistem manajemen Keselamatan (ESMS & OHSMS) untuk memastikan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, serta keselamatan kerja. Sistem dan metode kerja yang diterapkan di seluruh tahapan proyek. Sistem ini dirancang untuk memenuhi semua persyaratan Hukum Indonesia yang berkaitan, sesuai dengan standar internasional yang terkait dan terkode guna menyelaraskan kebijakan perusahaan, standar operasi dan rencana manajemen dengan Equator Principles, Termasuk Kebijakan dan Standar Kinerja Keberlanjutan Sosial dan Lingkungan dari International Finance Corporation (“IFC”).

Risiko Lingkungan
Kajian aspek lingkungan wajib diselenggarakan pada seluruh tahapan operasional tambang, yaitu tahap pra-operasi, operasi dan pasca-operasi. Proses pemindahan tanah, penutupan dan penggalian mineral dapat berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, sehingga Perusahaan berkomitmen untuk mengelola dan memantau dampak tersebut dan mengembalikan kondisi lingkungan kepada kondisi pra-tambang, sebagaimana disyaratkan oleh peraturan dan untuk memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan. Limbah industri juga ditangani sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Risiko Sosial dan Komunitas
Permasalahan dengan masyarakat di sekitar wilayah tempat grup Perusahaan beroperasi dapat timbul dari kegiatan usaha Perusahaan, termasuk di antaranya penambangan liar, dan pemblokiran oleh warga. Dalam menyelesaikan masalah dengan masyarakat setempat, Perusahaan secara individu maupun melalui anak perusahaan memanfaatkan pengalamannya untuk melaksanakan program Pengembangan Masyarakat multitarget, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Melalui komunikasi yang intensif dan konsultasi dengan masyarakat lokal, pemberdayaan kerja dari masyarakat sekitar dapat mengurangi konflik sosial, manfaat dari keberadaan tambang dapat dibagikan ke masyarakat, dan niat baik pun tercipta dan terpelihara.

 

Risiko Kepatuhan

Risiko Perizinan
Tertundanya perolehan izin bisnis terkait dan lisensi operasional dapat mengganggu operasi bisnis Perusahaan. Perusahaan melakukan pembaruan dan penerbitan izinnya secara tepat waktu agar kegiatan penambangan dapat dilakukan dengan biaya operasional yang rendah. Perusahaan juga berfokus pada pengelolaan risiko terkait perizinan pendukung lainnya.

Risiko Perubahan Peraturan
Perusahaan senantiasa mematuhi berbagai peraturan di tingkat lokal, regional, dan nasional. Akan tetapi, perubahan atau perbedaan interpretasi peraturan-peraturan tersebut dapat sewaktu-waktu mengharuskan dilakukannya perubahan pada prosedur operasional. Departemen Hukum Perusahaan bekerja sama dengan konsultan hukum dalam mengevaluasi aspek-aspek hukum yang berlaku dan merekomendasikan langkah-langkah yang diperlukan.