Media

 
Sukses Mencatatkan Produksi Emas dan Perak, Selama 2017 Merdeka Copper Gold Raih Laba US$ 43,1 juta

Sukses Mencatatkan Produksi Emas dan Perak, Selama 2017 Merdeka Copper Gold Raih Laba US$ 43,1 juta

BERITA PERS

Dapat Diterbitkan Segera

Sukses Mencatatkan Produksi Emas dan Perak, Selama 2017 Merdeka Copper Gold Raih Laba US$ 43,1 juta

RUPSLB MDKA sepakati rencana right issue melalui HMETD Senilai US$ 150 juta

Jakarta, 21 Mei 2018 - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perusahaan tambang nasional, melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI) mencapai produksi perdana emas dan perak dari Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, yakni 142.468 ounce (oz) emas dan 44.598 oz perak sepanjang 2017. Setelah berproduksi, sepanjang 2017 MDKA meraih penjualan sebesar US$ 132,71 juta dengan laba bersih US$ 43,1 juta. Sementara pada tahun 2016, Merdeka masih mencatat rugi US$ 2,8 juta karena Tambang Tujuh Bukit belum berproduksi.

Direktur Utama MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan tahun 2017 merupakan momentum penting bagi MDKA untuk menjadi perusahaan tambang nasional kelas dunia. Pasalnya, Merdeka berhasil mencapai tahap produksi dalam waktu dua tahun sejak pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

“Kami bersyukur berhasil mewujudkan komitmen kepada para investor bahwa dua tahun setelah IPO Merdeka sudah dapat berproduksi. Ini merupakan pencapaian yang bagus dan menunjukkan kapasitas perusahaan sangat kompetitif dan kompeten di industri tambang dunia,” kata Adi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB) di Jakarta, Senin (21/5).
Adi menjelaskan, produksi tambang Tujuh Bukit juga didukung oleh efisiensi yang optimal didukung sejumlah faktor diantaranya karena teknologi penambangan yang menggunakan metode pengolahan low energy heap leach.

Kinerja 2018

Kinerja positif BSI di tahun 2017 terus berlanjut pada tahun ini. Sampai dengan kuartal I 2018, MDKA memproduksi emas sebanyak 28.661 ons emas dan 19.727 ons perak dengan harga jual rata-rata emas US$ 1.334/ oz dan perak US$ 17/ oz. Dengan demikian MDKA meraih penjualan sebesar US$ 74,5 Juta dengan laba bersih sebesar US$ 25,1 Juta. Pencapaian ini lebih rendah dari rata-rata dikarenakan curah hujan tinggi yang kerap dikaitkan dengan musim penghujan tahunan. Namun demikian, pada 2018, produksi emas MDKA ditargetkan meningkat menjadi 155.000 oz – 170.000 oz emas.

Hingga Maret 2018, tenaga kerja yang terlibat dalam proyek tambang ini mencapai 2.099 orang dengan 99% diantaranya adalah warga negara Indonesia dan 1% ekspatriat. Dari jumlah tenaga kerja, 60% berasal dari Kabupaten Banyuwangi, termasuk sekitar 38% dari Kecamatan Pesanggaran setempat. PT BSI selaku pemegang konsesi dan atau izin pengelolaan lahan tambang emas Tujuh Bukit per kuartal I 2018 mencatat 7,5 juta jam kerja bebas dari cidera kerja berkat pelaksanaan sistem operasional kerja yang ketat dan disiplin.

“PT Merdeka Cooper berkomitmen untuk mengoptimalkan sumber daya lokal khususnya masyarakat yang berada di sekitar areal tambang. Selain itu MDKA melalui BSI, berperan aktif menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan telah menjangkau sekitar 42.000-an warga, khususnya yang berada di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, lokasi Tambang Emas Tujuh Bukit berada,” ujar Adi.

Penguatan Bisnis Perusahaan di Masa Depan

Wakil Direktur Utama sekaligus CEO MDKA, Colin Francis Moorhead menyampaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini menyetujui usulan manajemen mengenai penambahan modal melalui penerbitan saham baru (rights issue) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Melalui skema HMETD, MDKA akan menerbitkan sebanyak - banyaknya 933,33 juta lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. MDKA telah menetapkan harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp 2.250 dengan target dana yang diraih sebanyak-banyaknya US$ 150 juta. Hasil HMETD akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis perusahaan di masa depan. MDKA berencana meningkatkan kapasitas produksi dari rata-rata 4 juta ton menjadi 6 juta ton per tahun setelah Proyek Pengembangan Oksida (OXP) rampung yang ditarget pada akhir 2018.

RUPSLB juga menyepakati rencana mengubah kegiatan usaha dengan memperluas cakupan usaha MDKA dibidang perencanaan dan pelaksanaan di bidang jasa pertambangan serta bidang kegiatan pengolahan data.

“Kami percaya bahwa penguatan bisnis MDKA akan memberikan nilai tambah bagi para stakeholdersnya, termasuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial serta keberlanjutan hidup dan keseimbangan ekologi di wilayah kerja kami. Kami berharap Perusahaan tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, namun juga bagi masyarakat,” ujar Colin.

Sepanjang 2017 harga emas dunia menguat dipengaruhi nilai dolar AS yang terkait erat dengan kondisi geopolitik serta kebijakan moneter bank sentral di seluruh dunia. Pada kuartal I 2018 kenaikan harga emas terus berlanjut sejalan dengan pelemahan nilai dolar AS secara global terhadap mata uang dunia lainnya sebesar 9,3%.

Para analis logam mulia memperkirakan tren kenaikan permintaan ini akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, didorong kenaikan permintaan dari sektor perhiasan, serta berkembangnya tren e-commerce secara global yang sangat bergantung pada penerapan dan pengembangan teknologi. Pasokan emas juga dinilai akan menurun seiring kebijakan lingkungan yang baru diterapkan di China. Adapun China merupakan produsen emas dunia dengan produksi sebanyak 13,9% dari total produksi dunia di tahun 2017.

Tentang PT Merdeka Copper Gold Tbk.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berdiri sejak tahun 2012 sebagai perusahaan induk dari perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan usaha pertambangan emas, perak, tembaga dan mineral ikutan lainnya. Perseroan dimiliki oleh pemegang saham antara lain: PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., PT Provident Capital Indonesia, Pemda Kabupaten Banyuwangi, dan Garibaldi Thohir

Per 31 Oktober 2014, Perseroan memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi melalui Entitas Anak, PT Bumi Suksesindo (BSI) dan IUP Eksplorasi melalui PT Damai Suksesindo (DSI). Lokasi IUP BSI dan DSI terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur, dengan total wilayah IUP masing-masing 4.998 ha & 6.623 ha. Proyek utama Perseroan yaitu Proyek Tujuh Bukit di wilayah IUP OP BSI yang telah memulai produksi pertamanya pada bulan Maret 2017. Proyek Tujuh Bukit sepanjang tahun 2017 telah menghasilkan 142.468 ounces emas dan 44.598 ounces perak.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Silahkan kunjungi:www.merdekacoppergold.com
PT Merdeka Copper Gold Tbk.
Corporate Secretary
corporate.secretary@merdekacoppergold.com